Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryJul 15, '09 12:01 AM
for everyone
Menurut bahasa, sholat berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti : do'a. Sedangkan menurut istilah sholat bermakna serangkaian kegiatan ibadah khusus atau tertentu yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Dalam satu riwayat Hadist dikatakan bahwa sholat adalah mi'rajul mu'minin (Hadist Riwayat Bukhari), proses pertemuan Allah (mi'raj) dengan orang mukmin.

Secara ringkas, rukun sholat adalah sebagai berikut :
  • Niat
  • Takbir
  • Berdiri
  • Membaca Al Fatihah
  • Rukuk
  • Itidal
  • Sujud
  • Duduk diantara dua sujud
  • Tahiyyad akhir
  • Salam

Mi'raj
Kalau memang dengan sholat, kita bisa bertemu dengan Allah, lantas bagaimana caranya? Bagaimana cara menghadirkan Allah di dalam sholat kita, bukankah Allah tidak dapat diserupakan dengan apapun juga.

(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat (QS Asy Syuura : 11)

Selama ini, mungkin banyak diantara kita yang merasa kesulitan melakukan sholat dengan khusyu'. Ketika shalat, pikiran sering pergi kemana-mana. Karena itu, lalu muncullah cara mengatasinya yaitu dengan berkonsentrasi, untuk membantu agar kita bisa berkonsentrasi dengan baik, banyak cara dilakukan, seperti : melihat titik pada tempat sujud, dan mengartikan bacaan. Mungkin telah banyak usaha dan cara untuk khusyu’ telah kita lakukan tetapi tetap saja tidak berhasil.

Anehnya,ketika kita tertimpa musibah yang hebat, tiba-tiba saja kita bisa shalat dengan khusyu' lalu berdoa sambil mengucurkan air mata. Disaat itu terjadi, kita akan lupa pada semua teori sholat khusyu' yang ada, karena kita lebih fokus pada masalah dan pengharapan total kepada Allah untuk segera menyelesaikan masalah itu.

Disaat kita tertimpa musibah, disadari atau tidak, kita datang kepada Allah dengan perasaan pasrah, merendah, dan sungguh-sungguh mengharapkan pertolongan Allah. Sholat kita tidak lagi sekedar membaca doa untuk menggugurkan kewajiban, tetapi karena kita memang benar-benar membutuhkan pertolongan. Tunduk merendah dihadapan Dzat yang Maha Besar. Terkadang, Allah memberi "siksa" untuk merestart segala ego kita sehingga kembali pada titik nol, lemah dan tidak berdaya. Untuk membuat kita kembali kepada-NYA.

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. (QS Al An'aam : 42).

Dalam beberapa hadits, tampak bahwa Nabi menjaga sikapnya ketika sedang shalat. Beliau berpendapat ketika shalat sesungguhnya orang sedang berhadapan dengan Allah, seperti halnya ketika Beliau mi’raj. Karena itu, Beliau melarang orang yang sedang shalat meludah ke depan, memberi tanda batas tempat shalatnya (sutrah) dan mencegah orang melewatinya.
Allah Ta'ala tetap (senantiasa) berhadapan dengan hambaNya yang sedang shalat dan jika ia mengucap salam (menoleh) maka Allah meninggalkannya. (HR. Mashobih Assunnah)

Bahkan jika ada masalah, Beliau mengajarkan kepada kita untuk shalat sunnat 2 rakaat. Artinya, ketika shalat, Beliau bukan melupakan suatu masalah, tetapi malah sengaja membawa masalah tersebut dalam shalatnya untuk disampaikan kepada Allah agar diberikan jalan keluarnya.

Apa yang Beliau ajarkan sesuai dengan apa yang diperintahkan di dalam Al Qur'an :
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS Al Baqarah : 153).

File terkait : E-book Pelatihan Sholat Khusyu'


Add a Comment
   
© 2012 Multiply · English · About · Blog · Terms · Privacy · Corporate · Advertise · API · Help · Sitemap

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.