Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryMay 18, '10 2:23 AM
for everyone
Menurut Imam Al Ghazali iman terbagi atas 3(tiga) jenis, yaitu:

Iman Awami, iman secara awam. Sering juga disebut iman taqlidi, karena seorang yang beriman dalam tingkatan ini hanya taqlid, tanpa dapat mengemukakan dalil-dalil dari apa yang diimaninya

Iman Mutakallimin, iman dengan dalil(argumentatif). Iman yang disertai dengan dalil, baik dalil akal, Al Quran maupun Hadist. Namun keimanan jenis ini lebih dekat kepada Iman Awami.

Iman Arifin, iman dengan yakin. Iman ini bukan hanya berdasar taqlid dan dalil saja, tetapi beriman karena menyaksikan secara jelas dan langsung hal-hal yang diimaninya.

Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). (QS. Al Baqarah: 257)

Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampun untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). (QS. Al Ahzab: 43)

Ibarat sebuah ruangan yang tiada cahaya, meskipun didalam ruangan itu terdapat meja, bangku, tempat tidur dan benda lainnya, namun karena gelap gulita benda-benda tersebut tidak terlihat. Iman adalah cahaya Allah yang bertempat dan menerangi hati (baitullah). Sehingga, seorang yang mendapatkan cahaya Allah ini tidak lagi beriman secara awami dan mutakallimin, tetapi secara arifin.

Sebenarnya, Al Qur'an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu....(QS. Al Ankabuut: 49)

Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (al-Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al-Kitab (al-Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan al-Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (QS. As Syura: 52)

Al Quran adalah petunjuk yang bersifat umum. Disamping petunjuk yang berlaku umum, ada juga yang bersifat khusus (individual). Petunjuk ini hadir kedalam hati manusia.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam surga yang penuh kenikmatan. (QS. Yunus: 9)

Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allahlah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya. (QS. Al Baqarah: 272)

Setiap kita tercipta memang untuk mengabdi kepadaNya (perintah umum), tetapi ada hal-hal yang bersifat khusus yang hanya diperuntukkan untuk misi pribadi. Find It

Add a Comment
   
© 2012 Multiply · English · About · Blog · Terms · Privacy · Corporate · Advertise · API · Help · Sitemap

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.